Slawi FM – Di Hari Raya Idul Adha konsumsi daging kurban seperti sapi dan kambing biasanya mengalami peningkatan. Bagi sebagian orang, momen ini sering kali mendatangkan kekhawatiran tersendiri terkait lonjakan kadar kolesterol.
Menyikapi hal tersebut, Program Halo Slawi FM Jamune Kyeh di Radio Slawi FM menghadirkan edukasi spesial bersama Nutrsionis WKJ Kalibakung Adhytia Putri Arum Sari pada Jumat (29/05/2026) pagi.
Dalam siaran tersebut, Adhytia membagikan tips cerdas dan sehat dalam mengolah daging kurban agar masyarakat tetap dapat menikmati hidangan hari raya tanpa perlu cemas akan kesehatan.
Menurut Adhytia, kunci utama menjaga kolesterol tetap aman bukan berarti harus menghindari daging kurban sama sekali, apalagi daging kurban seperti sapi dan kambing adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan dan mengandung protein yang berfungsi membantu memperbaiki jaringan tubuh dan membangun massa otot, meningkatkan daya tahan tubuh dan baik untuk pertumbuhan anak.
“ Meskipun baik untuk tubuh, tapi kita perlu ingat jangan mengkonsumsi daging kambing dan sapi berlebihan yang berakibat kolesterol naik. Apalagi kalau pengolahan dagingnya tidak sehat. Maka kita harus memperhatikan cara pengolahan daging dan jumlah konsumsi dagingnya,” ujar Adhytia.
Penyebab kolesterol naik umumnya mengkonsumsi daging yang banyak mengandung lemak jenuh. Daging merah secara alami mengandung lemak jenuh (saturated fat). Lemak jenuh inilah yang memicu hati (liver) untuk memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.
“ Secara kasat mata, ciri paling mudah untuk mengenali daging yang tinggi lemak adalah adanya bagian berwarna putih atau putih kekuningan pada daging atau biasa kita sebut gajih,” ungkap Adhytia.
Selain itu, cara pengolahan daging juga perlu diperhatikan, karena jika pengolahan salah bisa mengandung lemak berlebihan. Menu khas Idul Adha seperti gulai, rendang, dan kari menggunakan santan kental yang dimasak dalam waktu lama. Proses ini mengubah asam lemak dalam santan menjadi lemak jenuh yang meningkatkan risiko kolesterol.
“ Jadi sumber kolesterol juga bisa dari menggoreng daging atau mengosengnya dengan minyak/mentega berlebih akan menambah kalori dan lemak trans ke dalam makanan serta memasak berulang kali itu bisa memicu kolesterol naik,” kata Adhytia.
Adapun agar daging kurban tetap aman dikonsumsi, kuncinya ada pada metode memasak dan bumbu pendamping yang digunakan. Cara aman memasak daging kurban yakni lakukan pembersihan lemak (Frying/Trimming), rebus dan buang air rebusan pertama, pilih metode memasak rendah lemak dengan menghindari gorengan dan gunakan rempah pengontrol kolesterol.
“ Sesuai aturan mengkonsumsi daging aman yakni 50-75 gram satu kali makan. Jadi jangan takut makan daging kambing dan jangan jadikan musuh. Karena mengkonsumsi daging aman selagi kita tahu cara mengolahnya dengan baik. Yang perlu kita hindari adalah jeroan,” tambah Adhytia.
Melalui program “Jamune Kyeh” ini, WKJ Kalibakung berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat Slawi dan sekitarnya mengenai pentingnya gaya hidup sehat berbasis herbal dan kearifan lokal.
” Merayakan Idul Adha dan menikmati daging kurban itu berkah, asal kita bijak dan cerdas saat mengolahnya. Jangan lupa untuk tetap mengontrol porsi makan dan mengimbanginya dengan aktivitas fisik. Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pemanfaatan herbal untuk kesehatan tubuh bisa langsung mengunjungi Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung, Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








