Ahli Gizi WKJ Imbau Penderita Asam Urat Tak Perlu Takut Konsumsi Sayur Hijau

banner 468x60

Slawi FM – Mitos seputar larangan mengonsumsi sayur hijau bagi penderita asam urat kerap membuat masyarakat keliru dalam mengatur pola makan. Meluruskan pandangan keliru tersebut, Ahli Gizi WKJ, Adhytia Putri Arumsari, hadir dalam program Halo Slawi FM “Jamune Kyeh” pada Jumat (11/07/2026) pagi.

Dalam bincang-bincang interaktif tersebut, Adhytia mengupas tuntas fakta dan mitos di balik penyakit asam urat serta bagaimana menjaga pola makan yang benar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Adhytia menjelaskan bahwa asam urat sebenarnya merupakan hasil akhir dari metabolisme purin di dalam tubuh. Masalah baru akan timbul jika kadarnya di dalam darah terlalu tinggi.

” Bila kadarnya terlalu tinggi, kristal asam urat dapat menumpuk di persendian dan menimbulkan gout atau radang sendi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kadar asam urat seseorang tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, di antaranya pola makan sehari-hari, berat badan, fungsi organ ginjal, faktor genetik (keturunan) dan gaya hidup keseluruhan.

Salah satu bahasan utama dalam program “Jamune Kyeh” kali ini adalah meluruskan anggapan bahwa penderita asam urat sama sekali tidak boleh makan sayur hijau. Adhytia menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah mitos.

” Beberapa sayuran memang mengandung purin. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa purin dari sayuran tidak meningkatkan risiko gout secara bermakna sebagaimana purin dari jeroan, daging merah berlebihan, dan beberapa jenis seafood,” ungkap Adhytia.

Sebaliknya, menghindari sayur hijau justru merugikan tubuh karena mengeliminasi sumber nutrisi penting. Sayur hijau sangat kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Zat gizi ini justru membantu menjaga kesehatan jantung, menjaga berat badan ideal, serta mendukung pola makan gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh untuk tetap fit.

Dibandingkan menjauhi sayur hijau, Adhytia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan membatasi jenis makanan serta minuman seperti jeroan, daging merah secara berlebihan, beberapa jenis seafood tinggi purin, minuman berpemanis tinggi fruktosa dan minuman beralkohol.

” Pembatasan ini dilakukan secukupnya dan dengan bijak, bukan dengan menghilangkan seluruh kelompok makanan tanpa adanya alasan medis yang jelas,” tambahnya.

Sebagai penutup, Adhytia membagikan beberapa langkah praktis bagi masyarakat, khususnya penderita asam urat, untuk membantu mengendalikan kadar asam urat melalui pedoman gizi seimbang dengan perbanyak konsumsi sayur dan buah (termasuk sayuran hijau), pilih sumber protein rendah lemak, cukupi kebutuhan minum air putih setiap hari, pertahankan berat badan sehat dan ideal serta lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.

“ Dengan memahami fakta medis ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak mitos keliru dan bisa lebih bijak dalam menyusun menu makanan sehat sehari-hari serta terapkan pola hidup sehat,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *