Ergia Bagikan Tips Mengatasi Wasir dengan Keajaiban Jamu

banner 468x60

Slawi FM – Masalah ambeien atau wasir sering kali menjadi kendala yang mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari, terutama saat duduk. Hal itu dikatakan oleh Apoteker WKJ Kalibakung, Ergia Adang Sugiantoro dalam program Halo Slawi FM Jamune Kyeh pada, Jumat (19/06/2026) pagi.

Menurutnya, secara medis, ambeien (wasir/hemoroid) merupakan kondisi terjadinya pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gejala umum yang kerap dirasakan oleh penderita, di antaranya munculnya benjolan di sekitar anus, terutama saat mengejan, rasa nyeri, gatal, iritasi, hingga sensasi mengganjal setelah Buang Air Besar (BAB) dan terjadinya perdarahan segar yang terlihat pada tisu atau kloset saat BAB.

“ Jadi faktor utama pemicu wasir meliputi kebiasaan mengejan terlalu kuat, sembelit kronis, duduk terlalu lama (terutama di toilet), kurangnya konsumsi serat dan air putih, obesitas, kehamilan, hingga aktivitas mengangkat beban berat secara berulang,” ujar Ergia.

Bagi masyarakat tidak perlu khawatir, wasir dapat diatasi dengan memanfaatkan tanaman herbal untuk meringankan gejala wasir. Secara ilmiah, beberapa tanaman obat terbukti memiliki efektivitas yang tinggi diantaranya daun ungu berfungsi sebagai laksatif ringan dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah untuk mengurangi bengkak serta nyeri.

Kemudian pegagan herbal untuk mengoptimalkan kesehatan pembuluh darah dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak, kunyit dan temulawak rimpang  mengandung zat antiinflamasi (anti-radang) yang kuat dan mendukung sistem pencernaan.

Lidah buaya (gel daun) meredakan iritasi lokal pada anus sekaligus melancarkan pencernaan dan meniran membantu menekan proses peradangan di dalam tubuh serta daun jambu biji menjaga stabilitas dan kesehatan saluran cerna secara keseluruhan.

“ Bagi masyarakat yang ingin melakukan perawatan mandiri, tanaman seperti Daun Ungu (sebagai laksatif dan pelindung pembuluh darah), Daun Duduk (mempercepat pemulihan luka), serta Daun Iler (meredakan gatal) dapat dibudidayakan dengan mudah di pekarangan rumah,” jelas Ergia.

Ergia menegaskan bahwa efektivitas jamu akan jauh lebih optimal jika diimbangi dengan perubahan gaya hidup sehat. Penderita disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air 2–3 liter per hari, memperbanyak konsumsi serat (sayur dan buah), menghindari duduk terlalu lama di toilet, serta aktif bergerak.

“ Mari mulai sekarang masyarakat untuk kembali melestarikan budaya minum jamu sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang aman dan alami. Dan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi ke WKJ Kalibakung bisa membuka interaktif via WhatsApp di nomor 0821-3000-1643,” tandasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *