Slawi FM – Penyakit Bell’s Palsy merupakan kondisi kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di salah satu sisi wajah yang terjadi akibat adanya peradangan atau infeksi saraf kranial VII (saraf fasialis).
Saraf inilah yang berfungsi sebagai jalur utama untuk mengirimkan sinyal dari otak ke otot-otot ekspresi wajah seperti untuk tersenyum, berkedip, atau mengangkat alis. Namun, terapi akupunktur kini hadir sebagai salah satu solusi medis alternatif yang sangat efektif untuk mempercepat proses pemulihan kondisi tersebut.
Hal ini dikatakan oleh Terapis Akupunktur dari Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung, Diyah Ayu Puspitasari dalam program talkshow Halo Slawi FM “Jamune Kyeh” pada Jumat (26/06/2026) pagi.
Dalam keterangannya, Diyah Ayu menjelaskan bahwa gejala Bell’s Palsy biasanya muncul secara mendadak yang menyebabkan salah satu sisi wajah terlihat melorot atau kaku, sehingga penderitanya kesulitan untuk tersenyum, menutup mata, atau mengunyah di sisi yang terdampak.
Diyah Ayu juga menjelaskan perbedaan antara Bell’s Palsy dengan Stroke. Perbedaan utamanya terletak pada lokasi kerusakan saraf dan anggota tubuh lain yang terdampak. Bell’s Palsy menyerang seluruh satu sisi wajah, dari atas sampai bawah, sedangkan stroke biasanya hanya menyerang wajah bagian bawah seperti mulut dan pipi saja.
“ Ketika mengalami Bell’s Palsy mendadak segera dilakukan pemeriksaan ke dokter dan jangan panik. Kemudian dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan terapi disertai dengan pengobatan konvensional serta bisa melakukan terapi akupunktur,” jelas Ayu.
Terapi akupunktur ini bekerja dengan cara menstimulasi titik-titik saraf tertentu guna melancarkan aliran darah, mengurangi peradangan, serta mengembalikan fungsi otot wajah yang kaku agar bisa bergerak normal kembali. Terapi akupunktur sangat aman dan minim efek samping.
“ Kalau terkena Bell’s Palsy agar segera ditangani. Semakin cepat mendapatkan penanganan akupunktur setelah gejala awal muncul, maka tingkat keberhasilan dan kecepatan sembuhnya akan jauh lebih optimal. Terapi akupunktur ini bisa di lakukan di WKJ Kalibakung,” ujar Ayu.
Lebih lanjut, Diyah berpesan kepada masyarakat, khususnya yang mengalami gejala kelumpuhan atau kekakuan pada wajah, untuk tidak menunda pengobatan.
Segera dilakukan penanganan ke fasilitas kesehatan seperti klinik Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung agar dilakukan pemeriksaan dan penanganan terapi akupunktur secara tepat oleh tenaga medis yang kompeten atau bisa hubungi di 0821 3000 1643.
“ Apabila ada keluarga dan tetangga yang mengalami Bell’s Palsy bisa langsung disarankan untuk ke WKJ. Karena disana pengobatannya lengkap baik terapi akupunktur maupun jamu tradisionalnya. Sehingga pengobatan lebih maksimal dan penyembuhan lebih cepat,” tandasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








