Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya, Nelayan TPI Larangan Gelar Tradisi Larung Sedekah Laut

banner 468x60

Slawi FM – Masyarakat pesisir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Kecamatan Kramat, kembali menggelar tradisi tahunan Larung Sedekah Laut pada Rabu (24/06/2026) pagi.

Selain sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya turun-temurun sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat nelayan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

​Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, kepala perangkat daerah terkait, instansi kelautan, organisasi nelayan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat nelayan TPI Larangan yang konsisten menjaga tradisi ini setiap tahun. Menurutnya, Sedekah Laut memiliki esensi mendalam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

​ ​”

​Ischak menambahkan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir yang sarat akan nilai gotong royong karena melibatkan sinergi antara nelayan, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Rangkaian acara tahun ini juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial dan hiburan, mulai dari pengajian, santunan, pagelaran wayang kulit, hingga hiburan rakyat.

​” Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Sedekah Laut ini. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan serta kemanfaatan bagi seluruh masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Ischak.

​Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan kerja para nelayan.

Salah satu langkah konkret yang diusung adalah program perlindungan sosial yang terintegrasi diantaranya ​Pemkab Tegal telah memberikan perlindungan jaminan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 2.000 nelayan setempat guna memitigasi risiko kecelakaan kerja saat melaut.

Kemudian menyiapkan ketahanan pangan darurat berupa bantuan beras bagi nelayan yang terdampak musim angin barat, saat intensitas melaut terpaksa menurun akibat cuaca buruk.

​Puncak acara ditandai dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut yang diikuti oleh ratusan kapal nelayan yang telah dihias. Ratusan warga memadati kawasan TPI Larangan untuk menyaksikan pelarungan yang menjadi simbol doa keselamatan dan kelimpahan rezeki.

​Sutrisno (52), salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam bagi mata pencaharian mereka.

​” Bagi kami nelayan, ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui laut. Semoga ke depan kami selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Tegal yang dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap eksistensi masyarakat pesisir.

​Melalui sinergi budaya dan program pemerintah ini, sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Tegal diharapkan dapat terus maju dan menjadi pilar ekonomi daerah yang berkelanjutan. (CF/LI)

Kontributor : Lugi | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *