Dongkrak Minat Belajar Lewat Inovasi Sederhana, Mahasiswa UPS Tegal Gagas “Kampung Cerdas” di Desa Jagapura Wetan

banner 468x60

Slawi FM – Dua mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Rafli Hermawan dan Siska Dewi Kirana, memaparkan program inovatif bertajuk Kampung Cerdas: “Inovasi Pendidikan untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak di Desa Jagapura Wetan”. Gagasan ini disampaikan secara langsung dalam program Halo Slawi FM pada Rabu, (01/07/2026) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Rafli menjelaskan bahwa program kampung cerdas ini lahir sebagai respons atas tantangan pendidikan di wilayah pedesaan, di mana metode pembelajaran konvensional dinilai sudah kurang efektif dalam memicu motivasi belajar generasi masa kini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, inovasi pendidikan kini menjadi harga mati. Anak-anak zaman sekarang membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

” Di Desa Jagapura Wetan, kami mewujudkan inovasi ini melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, permainan edukatif, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan literasi berbasis masyarakat. Tujuannya agar anak aktif mencari dan mengolah pengetahuan, bukan sekadar menerima informasi,” ujar Rafli.

Menanggapi isu keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) yang kerap menjadi momok di pedesaan, Kirana menegaskan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi mutakhir yang mahal. Esensi inovasi adalah efektivitas pemanfaatan sumber daya yang ada.

” Kita bisa memodifikasi lingkungan sekitar sebagai media belajar kontekstual, mengubah permainan tradisional menjadi media edukatif, hingga mengaktifkan pojok baca desa. Dengan kreativitas dan dukungan warga, keterbatasan fasilitas justru memicu lahirnya metode belajar yang lebih relevan dengan realitas anak,” jelas Kirana.

Lebih lanjut, Rafli menuturkan bahwa rendahnya minat belajar anak di desa dipicu oleh dua faktor utama, yaitu internal (motivasi dan psikologis) dan eksternal (lingkungan keluarga, ekonomi, fasilitas, hingga penggunaan gawai yang tak terkontrol). Kurangnya pendampingan dari orang tua di rumah juga menjadi tantangan besar.

Senada dengan Rafli, Kirana menekankan bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Hubungan emosional yang baik di rumah berdampak langsung pada performa akademik anak.

” Keterlibatan orang tua tidak harus selalu membantu mengerjakan PR. Hadir lewat komunikasi yang baik, menetapkan waktu belajar yang teratur, memberi apresiasi, serta menjadi teladan dalam membaca sudah lebih dari cukup. Kolaborasi sekolah dan keluarga adalah kuncinya,” tambah Kirana.

Mengenai indikator keberhasilan program Kampung Cerdas ini, Rafli menyebutkan bahwa timnya tidak hanya berpatokan pada nilai rapor atau angka akademik.

” Kami mengukurnya dari perubahan perilaku yakni meningkatnya kehadiran, partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, serta tumbuhnya kemandirian dan kebiasaan membaca pada anak,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret dan berkelanjutan dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, mahasiswa UPS Tegal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam gerakan Donasi Buku guna mendukung fasilitas literasi di Desa Jagapura Wetan.

” Buku yang mungkin hanya tersimpan lama di rak Anda, bisa menjadi pemantik mimpi besar bagi seorang anak di Jagapura Wetan. Mari investasikan sedikit kebaikan untuk masa depan mereka berupa buku cerita anak, pengetahuan umum, maupun buku pelajaran jenjang SD/SMP/SMA serta komik edukatif atau majalah anak, bisa hubungi panitia KKN Desa Jagapura Wetan di 0858 7678 6471 (a.n. Jesika),” ajak Rafli.

Melalui program kampung cerdas ini, para mahasiswa berharap dapat memicu sinergi jangka panjang antara sekolah, keluarga, dan masyarakat demi melahirkan generasi Desa Jagapura Wetan yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *