Slawi FM – Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan transparan melalui transformasi digital yang terintegrasi.
Dengan mengusung tema “Sinergi Digital Untuk Pelayanan Berkelanjutan”, jajaran manajemen Perumda Tirta Ayu membeberkan lompatan inovasi teknologi informasi (TI) yang seluruhnya berhasil dikembangkan secara mandiri oleh tim internal perusahaan. Hal tersebut dikupas dalam acara Live Talkshow di Radio Slawi FM pada Kamis (25/06/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Teknik PDAM Tirta Ayu M. Mashadi Saeni mengatakan di era modern ini, digitalisasi menjadi pilar utama efisiensi organisasi, terutama bagi perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan vital seperti air minum.
” Saat ini transformasi digital bukan lagi menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi seluruh organisasi. Perumda Air Minum Tirta Ayu terus berupaya melakukan inovasi dan pengembangan teknologi informasi secara mandiri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan efisiensi operasional perusahaan,” jelas Saeni.
Menurutnya, hal yang paling membanggakan adalah seluruh aplikasi strategis yang kini diandalkan oleh perusahaan merupakan produk asli garapan tim IT internal Perumda Tirta Ayu, tanpa ketergantungan penuh pada vendor pihak ketiga. Perjalanan digitalisasi ini tidak instan, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) berkelanjutan yang dirintis sejak tahun 2018.
“ Kami memiliki tiga aplikasi utama yang saling terintegrasi dari hulu ke hilir diantaranya Geographic Information System (GIS) berfungsi untuk memetakan aset perusahaan, jaringan pipa, serta sebaran letak geografis pelanggan secara akurat, SCADA dan Data Logger serta Aplikasi TIRAY (Tirta Ayu) menjadi gerbang utama digitalisasi pelayanan pelanggan,” tutur Saeni.
Kabag Perencanaan Furqon Azmi Umur menjelaskan SCADA dan Data Logger merupakan aplikasi untuk memonitor kondisi sistem distribusi air secara real-time. Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau berbagai parameter penting seperti tekanan air, debit aliran, level reservoir, dan berbagai data operasional lainnya.
“ Jadi kita memiliki sistem monitoring digital sebagai pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data. Jika terjadi penurunan tekanan atau gangguan pada jaringan distribusi, tim operasional dapat segera mengetahui kondisi tersebut sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan metode monitoring konvensional,” ungkap Furqon.
Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Pengembangan IT M. Dwi Apriyanto menambahkan bahwa aplikasi TIRAY merupakan aplikasi yang dibangun tahun 2024 oleh tim IT Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal berfungsi memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mengakses layanan perusahaan secara cepat, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
“ Fitur didalam aplikasi TIRAY ini diantaranya cek tagihan, pembayaran rekening air dan informasi layanan pelanggan. Aplikasi ini bisa didonwload langsung di play store. Jangan lupa install segera aplikasi TIRAY dan manfaatkan fitur lengkapnya untuk mempermudah pelanggan,” tambah Apriyanto.
Diakhir talkshow, Saeni mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan, dan bagi masyarakat yang menemukan sumber air yang belum dimanfaatkan segera koordinasikan ke PDAM Tirta Ayu Kabupaten Tegal agar segera di tindak lanjuti seperti taglinenya yaitu alirkan, sehatkan dan makmurkan.
“ Kami siap menerima saran dan masukan pelanggan guna memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








