​Tingkatkan Literasi Digital, Balai Bahasa Jateng Gelar Pelatihan Membaca Kritis untuk Siswa SMA/SMK di Purworejo

banner 468x60

Slawi FM – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi Murid SMA/SMK se-Kabupaten Purworejo bertempat di Aula SMA Negeri 1 Purworejo pada Kamis (11/06/2026) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa yang mumpuni dari 11 satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, Kepala Subbagian Umum, Ngatirah, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Maryanto.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali esensi Sumpah Pemuda sebagai tonggak pemersatu bangsa. Menurutnya, semangat tersebut harus tetap dijaga demi eksistensi Indonesia.

” Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki fungsi penting dalam menyatukan semangat dan memperkuat persatuan bangsa,” ujar Hafidz.

Namun, Hafidz juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, rata-rata kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia.

Ia menekankan bahwa meski siswa sudah bisa membaca, kemampuan berpikir aras tinggi (higher-order thinking skills) masih perlu digenjot.

Lebih lanjut, Hafidz menjelaskan bahwa literasi bukan sekadar mengeja kata, melainkan kedalaman dalam memahami bacaan untuk memicu daya imajinasi serta berpikir kritis-analitis.

” Di era digital saat ini, kita harus mampu menyaring informasi yang benar dan yang salah. Maka, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) menjadi instrumen penting untuk mengukur kemahiran berbahasa, baik bagi peserta didik maupun guru,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Maryanto, mengakui bahwa peningkatan indeks literasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang penuh tantangan. Di tengah derasnya arus informasi, literasi harus mencakup kemampuan menyaring dan menganalisis data secara kritis.

” Penggunaan media sosial oleh anak-anak saat ini perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, bapak dan ibu guru diharapkan ikut menyimak serta mendampingi siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka,” tegas Maryanto.

Sebagai langkah konkret pascapelatihan tatap muka ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah merancang program pendampingan lanjutan. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan bimbingan secara daring (online) selama satu bulan ke depan.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat memastikan kompetensi membaca kritis siswa dapat tertanam kuat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi agen literasi di sekolah masing-masing. (CF/DAC/AS).

Penulis : Drohi Abdul Cholik dan Agus Sudono | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *