Perkuat Literasi di Era Digital, Adobsi dan Balai Bahasa Jateng Gelar Konferensi Internasional

banner 468x60

Slawi FM – Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (Adobsi) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah resmi menggelar Konferensi Internasional Adobsi 2026. Mengusung tema “Transformasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pendidikan dan Teknologi: Perspektif Interdisipliner”, perhelatan akbar ini berlangsung secara hibrida di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, pada 9- 10 Juni 2026.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu (sarana), bukan sebagai subjek yang mendominasi kehidupan manusia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

” Teknologi dapat menjadi alat bantu dalam berbagai hal, tetapi jangan sampai kita mudah terjajah oleh teknologi. Bahasa harus kita upayakan sebagai media transformasi yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” ujar Hafidz dalam pemaparannya.

Hafidz menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah lanskap membaca dan menulis masyarakat. Saat ini, aktivitas literasi tidak lagi terbatas pada buku cetak, melainkan telah merambah ke teks digital dan media multimodal. Dalam era modern ini, proses menulis pun telah memasuki ruang kolaborasi antara kreativitas manusia dan kecerdasan teknologi.

Meski teknologi memberikan kemudahan akses informasi tanpa batas ruang dan waktu, Hafidz mengingatkan bahwa esensi bahasa dan sastra tidak boleh pudar.

” Bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir, imajinasi, serta karakter manusia. Bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan daya nalar dan daya kritis masyarakat,” tambahnya.

Di hadapan ratusan peserta, Hafidz juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Merujuk pada data kemampuan membaca tahun 2022, skor literasi Indonesia berada di angka 359 masih signifikan di bawah rata-rata internasional sebesar 476.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat Indonesia didorong untuk terus meningkatkan budaya literasi agar tidak tertinggal dari perkembangan bangsa lain di era digital.

Konferensi Internasional Adobsi 2026 ini dirancang sebagai wadah strategis bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan formula pengembangan bahasa dan sastra Indonesia di tengah disrupsi digital.

Acara ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari dalam dan luar negeri, di antaranya Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, Konsulat Kehormatan India untuk Indonesia H.E. Shri Sandeep Chakravorty, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa Iwa Lukmana, Direktur Utama PT IFLC IF Language School Yi Yan, University of Social Sciences and Humanities, Vietnam Nguyen Thanh Tuan, University of Melbourne, Australia Justin Wejak dan Yale University, Amerika Serikat Indriyo Sukmono.

Antusiasme peserta terlihat dari luasnya sebaran asal daerah dan negara. Diikuti secara luring dan daring, konferensi ini dihadiri oleh dosen bahasa dan sastra Indonesia dari Sabang sampai Merauke (Aceh hingga Papua), guru, mahasiswa, praktisi, serta peneliti.

Tidak hanya peserta domestik, forum ilmiah ini juga menarik perhatian mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari berbagai belahan dunia, termasuk Myanmar, Kamboja, Afghanistan, Timor Leste, Papua Nugini (PNG), Zimbabwe, Tanzania, Vanuatu, Vietnam, India, hingga Kirgistan.

Melalui kolaborasi lintas negara ini, Adobsi dan Balai Bahasa Jateng optimistis bahasa Indonesia mampu terus bertransformasi secara positif dalam ekosistem pendidikan berbasis teknologi. (CF/RHH/AS/KL/CA)

Penulis : Rais Hayu H, Agus Sudono, Kartika L, Citra A | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *