Slawi FM – Di tengah gempuran konten digital yang serba cepat, sebuah gerakan literasi muncul di Kota Tegal untuk mengembalikan keasyikan membaca buku secara kolektif. Tegal Book Party, sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi para pecinta buku, kini semakin dikenal sebagai oase bagi masyarakat yang ingin menikmati literasi dengan cara yang santai dan inklusif.
Tegal Book Party merupakan bagian dari jaringan komunitas literasi yang terinspirasi dari gerakan serupa di berbagai kota besar. Komunitas ini berdiri 22 Februari 2024 yang memiliki misi sederhana namun bermakna yakni menormalisasi aktivitas membaca di ruang publik.
Demikian yang disampaikan oleh Koordinator Tegal Book Party Nabila Silviana dalam Program Halo Slawi FM pada Jumat (17/04/2026) siang.
Menurut Nabila, komunitas Tegal Book Party sebenarnya mengajak membaca buku bersama. Hal ini menjadi jawaban bagi mereka yang selama ini merasa sendirian saat menekuni hobi membaca. Di sini, tidak ada batasan genre buku atau latar belakang pendidikan. Siapa pun boleh bergabung, mulai dari pelajar hingga pekerja profesional.
“ Kita mengajak siapapun yang suka membaca. Tempatnya pun kami di ruang publik seperti Alun – Alun Hanggawana Slawi, GOR Kota Tegal, dan perpustakaan serta tempat ruang publik lainnya. Karena tempatnya terbuka, banyak orang penasaran bahkan merasakan keseruan ketika memmbaca bersama diluar ruangan,” tuturnya.
Salah satu daya tarik utama dari Tegal Book Party adalah jadwal kegiatannya yang terjadwal rapi setiap akhir pekan. Komunitas ini secara rutin mengadakan sesi membaca bersama pada hari Sabtu dan Minggu.
Pemilihan waktu di akhir pekan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat baik pelajar maupun pekerja untuk melepas penat dengan cara yang produktif. Lokasi yang berpindah-pindah di sekitar ruang terbuka publik juga bertujuan untuk memberikan suasana baru agar anggota tidak merasa bosan.
“ Kegiatan kami di akhir pekan ini biasanya membaca karya tulis teman – teman lain dan membedah buku bersama sastrawan, penulis dan penyair puisi. Dan bagi yang ingin bergabung di komunitas Tegal Book Party bisa chat langsung ke media sosial kami, nanti ditindaklanjuti dan digabungkan dengan group whatsapp,” tambahnya.
Nabila menaruh harapan besar agar Tegal Book Party memiliki umur panjang. Baginya, konsistensi adalah kunci utama dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap literasi.
Ia berharap komunitas ini terus berjalan dan berkembang secara organik, melampaui rentang waktu dua atau tiga tahun ke depan. Visi utamanya adalah menjadikan kegiatan membaca bersama ini sebagai tradisi yang mengakar di Tegal, bukan sekadar gerakan yang viral sesaat lalu meredup.
” Kami berharap Tegal Book Party terus ada dan berkembang. Bukan hanya untuk setahun atau dua tahun, tapi bisa terus berjalan hingga bertahun-tahun ke depan menjadi wadah yang stabil bagi siapa pun yang ingin kembali mencintai buku,” pesannya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








