Sinergi Infrastruktur dan SDM, Kunci Jawa Tengah Jadi Pilar Pangan serta Industri Nasional

banner 468x60

Slawi FM – Provinsi Jawa Tengah terus memantapkan posisinya sebagai pilar utama ketahanan pangan sekaligus pusat pertumbuhan industri nasional. Langkah strategis untuk menyinergikan investasi, kesiapan infrastruktur, dan penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menjadi poin krusial dalam dialog interaktif Halo Slawi FM, pada Selasa (05/05/2026) pagi.

Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Tengah, Thomasonan, menegaskan bahwa kualitas perencanaan infrastruktur merupakan daya tarik utama bagi investor. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik, tetapi harus menciptakan efek domino yang menghubungkan kawasan industri dengan sentra produksi pangan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

” Infrastruktur tidak boleh berdiri sendiri. Harus ada konektivitas yang kuat antara jalur distribusi, sektor industri, dan lahan pertanian. INKINDO berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar pembangunan di Jawa Tengah berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi, baik di level nasional maupun global,” ujar Thomasonan.

Menanggapi masifnya industrialisasi, Direktur Politeknik Pancasakti, Prayitno, menyoroti kewajiban institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar. Ia menekankan bahwa teknologi terkini di dunia industri wajib dikuasai oleh putra daerah.

” Tanggung jawab besar kami adalah memastikan investasi yang masuk dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Kami fokus membekali mereka dengan skill mumpuni serta integritas tinggi agar mampu bersaing di era industri modern ini,” tegas Prayitno.

Predikat Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri hanya dapat dipertahankan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara kebijakan pemerintah, keahlian teknis praktisi, serta dukungan riset dari akademisi adalah kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.

” Knowledge dan ide-ide kreatif adalah senjata paling ampuh untuk merancang masa depan, terutama dalam konteks perencanaan strategis Jawa Tengah agar menjadi provinsi yang lebih maju,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *