Lestarikan Warisan Budaya Takbenda, Bupati Tegal Resmi Buka Festival Moci 2026

banner 468x60

Slawi FM – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, secara resmi membuka Festival Moci 2026 di Alun-Alun Hanggawana, Slawi, pada Sabtu (25/07/2026) malam.

Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati, yang didampingi oleh Sekda, jajaran Forkopimda, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah, serta para pelaku usaha teh lokal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutannya, Ischak menegaskan bahwa tradisi moci adalah budaya minum teh khas Tegal menggunakan poci tanah yang telah lama melekat di tengah masyarakat. Meski demikian, eksistensinya harus terus diperkenalkan secara lebih luas.

” Budaya moci ini sudah ada sejak dulu. Namun, kita perlu terus mengenalkan tradisi ini ke luar daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ischak.

Ia menambahkan, Festival Moci memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Selain melestarikan akar budaya, ajang ini juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan industri teh lokal yang menjadi komoditas kebanggaan Kabupaten Tegal.

” Kami berharap Festival Moci dapat menjadi etalase potensi daerah yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung, mengenal, dan menikmati kekayaan budaya serta produk unggulan Tegal. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Haryo Enthus Susmono, menjelaskan bahwa tradisi moci kini telah resmi diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Ia mengungkapkan bahwa penetapan WBTB ini tidak hanya melihat fisik teh atau pocinya, melainkan nilai kebudayaan pada aktivitas sosialnya.

” Nilai utama yang diakui secara nasional adalah aktivitas moci itu sendiri, di mana para penikmatnya berkumpul dalam suasana penuh kehangatan, kesederhanaan, dan keharmonisan sosial,” jelas Haryo.

Guna meregenerasi dan melestarikan kebiasaan ini ke berbagai kelompok usia, panitia merangkaikan Festival Moci 2026 dengan beragam perlombaan edukatif dan kreatif, di antaranya lomba jiplak daun teh kategori TK dan SD, lomba tari kreasi teh kategori SMP dan Umum.

Kemudian lomba kreasi inovasi teh dengan mengangkat variasi racikan teh berbasis produksi dari empat pabrik teh lokal di Tegal.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap tradisi moci tidak hanya sekadar menjadi gaya hidup lokal, tetapi juga terus hidup di jiwa generasi muda sebagai identitas kebudayaan daerah. (CF/LI)

Kontributor : Lugi | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *