Putus Rantai Pengangguran, Afifah Tailor Buka Kursus Menjahit Gratis untuk Masyarakat

banner 468x60

Slawi FM – Di tengah tantangan ekonomi yang menuntut kemandirian keterampilan, sebuah aksi nyata dilakukan oleh Tohirin, seorang pengusaha konveksi lokal asal Kabupaten Tegal. Melalui usahanya, Afifah Tailor, ia membuka program pelatihan menjahit bagi masyarakat umum tanpa dipungut biaya sedikitpun sebagai upaya menekan angka pengangguran.

Kisah inspiratif ini dibagikan langsung oleh Tohirin dalam program dialog interaktif Halo Slawi FM pada Selasa (28/04/2026) pagi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan misi sosial untuk memberdayakan warga melalui keahlian praktis.

Tohirin menceritakan bahwa inisiatif ini bermula pada tahun 2018. Berawal dari keinginan untuk bersedekah kepada anak yatim piatu secara berkelanjutan, ia memilih untuk membagikan ilmu dibandingkan memberikan bantuan materi sekali habis.

” Kalau sedekah uang itu sifatnya seketika. Saya berpikir bagaimana agar sedekah ini langgeng, maka muncullah inisiatif sedekah ilmu. Lalu saya buat pengumuman melalui banner untuk membuka kursus menjahit gratis,” ujar Tohirin.

Sejak diluncurkan, program kursus gratis ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 200 orang telah mengikuti pelatihan tersebut. Tohirin mengaku menjalankan misi ini dengan prinsip ikhlas dan ibadah. Ia percaya bahwa jika pekerjaan diniatkan untuk ibadah, maka segala urusan akan tertata dengan sendirinya.

Keberhasilan program ini dibuktikan dengan banyaknya alumni kursus yang kini telah mandiri. Banyak dari mereka yang sudah membuka usaha sendiri, mulai dari jasa permak pakaian hingga konveksi rumahan, serta menularkan keahlian tersebut kepada anggota keluarga lainnya.

Bagi masyarakat yang berminat untuk menimba ilmu menjahit, Tohirin tetap konsisten membuka pintu bagi siapa saja. Kursus ini terbuka untuk umum di gerai Afifah Tailor yang berlokasi di Desa Tembok Luwung RT 29, RW 06, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal tidak dipungut biaya atau gratis total.

” Harapan saya, peserta yang belajar di sini minimal bisa sukses untuk diri sendiri. Setelah itu, mereka diharapkan mampu membantu orang lain yang kesusahan dan membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *