Slawi FM – Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja), produk kamus digital inovasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, berhasil menembus posisi sepuluh besar finalis dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kiprah) tahun 2026 untuk kategori Inovasi Digital.
Kompetisi yang diinisiasi oleh Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kemendikdasmen ini telah diumumkan pada 13 Mei 2026 lalu. Selanjutnya, tim Sibaja dijadwalkan akan menjalani tahapan seleksi wawancara pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang prima sekaligus mendukung percepatan reformasi birokrasi.
” Dari total 60 inovasi yang diajukan dalam kompetisi ini, alhamdulillah kami berhasil masuk sepuluh besar kategori Inovasi Digital. Kompetisi Kiprah ini memang bertujuan meningkatkan budaya inovasi dan kualitas pelayanan publik,” ujar Dwi Laily.
Guna mengoptimalkan torehan prestasi ini, Dwi Laily juga mengajak partisipasi aktif dari masyarakat.
” Kami mohon dukungan dari masyarakat luas, khususnya warga Jawa Tengah, untuk mendukung inovasi ini dengan mengakses tautan resmi Sibaja di laman [https://senaraiistilahjawa.kemendikdasmen.go.id/ (https://senaraiistilahjawa.kemendikdasmen.go.id/),” imbuhnya.
Pengembangan Sibaja dilatarbelakangi oleh kekhawatiran atas mulai terkikisnya istilah-istilah budaya Jawa dalam percakapan sehari-hari. Berdasarkan data riil, indeks vitalitas bahasa Jawa saat ini berada di angka 0,74, yang mengindikasikan bahwa bahasa Jawa masuk dalam kategori bahasa daerah yang berpotensi mengalami kemunduran dan memerlukan perawatan intensif.
” Untuk menjawab tantangan tersebut, kami mengembangkan Sibaja. Selama ini, kamus umum dan kamus istilah Jawa bidang tertentu masih disusun secara terpisah-pisah. Sibaja hadir sebagai kamus budaya digital yang terintegrasi,” jelas Laily.
Secara komprehensif, Sibaja memuat berbagai istilah yang mencakup bidang bahasa dan sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencarian serta sistem religi dan kesenian.
Sebagai pionir kamus digital bahasa Jawa, Sibaja dilengkapi dengan fitur mutakhir seperti urun daya (crowdsourcing), Lembar Kerja Siswa (LKS), gim interaktif, fitur ramah difabel, hingga penyuaraan lema.
” Melalui fitur-fitur ini, Sibaja diproyeksikan menjadi pendamping pembelajaran bahasa Jawa di jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA untuk meningkatkan vitalitas bahasa daerah di kalangan generasi muda,” terangnya.
Pada kesempatan berbeda, Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahardian, menilai Sibaja memiliki potensi replikasi yang sangat tinggi untuk diterapkan pada skala nasional, terutama bagi daerah dengan tingkat kepunahan bahasa yang tinggi.
” Sibaja sangat mudah diadopsi oleh instansi lain karena memiliki Prosedur Operasional Standar (POS) yang baku dan sistematis. Secara gagasan, ini adalah strategi preventif menghindari kepunahan bahasa daerah,” kata Ema.
Ema menambahkan bahwa grafik pengguna Sibaja terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya, bahkan jangkauan aksesnya telah merambah ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Norwegia, Jepang, Taiwan, Kamboja, Belanda, hingga Hong Kong.
” Kami berharap tautan Sibaja dapat disematkan di laman sekolah, instansi, serta pemangku kepentingan di Jawa Tengah. Dengan sinergi ini, kita bersama-sama mengambil peran nyata dalam pelestarian bahasa dan budaya Jawa,” pungkasnya. (CF/AS)
Penulis : Agus Sudono | Editor dan Publish : Chairul Falah








