Slawi FM – Komunitas literasi Tegal Book Party sukses merayakan hari jadinya yang ke-2 di salah satu kedai kopi di Kabupaten Tegal pada Minggu (19/04/2026) siang.
Acara bertajuk “Artha Widyaloka Jeda, Kata, Kita” ini berhasil menjadi ruang temu hangat bagi lebih dari 80 pencinta literasi dan sastra dari berbagai kalangan.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku antologi puisi kolektif karya anggota Tegal Book Party yang berjudul sama dengan tema acara. Antologi ini mengeksplorasi konsep “jeda” sebagai bentuk refleksi manusia di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat.
Hadir sebagai narasumber utama, sastrawan Tegal Iwang Nirwana memberikan pandangan filosofis yang mendalam terkait tema tersebut.
“ Makna hidup bisa ditemukan ketika kita berani mengambil jeda, merangkainya dalam kata, lalu membaginya menjadi kita,” ujar Iwang.
Diskusi semakin berwarna dengan kehadiran penulis Verra Okti dan penyair Ida Fitri, yang membedah bagaimana kata-kata mampu menjadi jembatan transformasi dari pergulatan personal (“Aku”) menjadi kekuatan kolektif (“Kita”).
Acara ini juga mendapat apresiasi khusus dari Ketua LPM Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Tegal (UMT) Abduh Khaerul Alhaq. Menurutnya, kehadiran lembaga pers mahasiswa dalam agenda ini menegaskan pentingnya sinergi antara komunitas akar rumput dan akademisi dalam memajukan literasi.
“ Kami melihat Tegal Book Party sebagai ruang kolaborasi yang krusial. Melalui wadah ini, mahasiswa dapat belajar berjejaring sekaligus berkontribusi nyata dalam gerakan literasi yang lebih luas,” jelas Abduh.
Tak hanya berisi diskusi serius, perayaan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, antara lain apresiasi puisi yaitu pembacaan karya-karya terbaik dari buku antologi terbaru, pertunjukan seni dengan penampilan menyanyi dan unjuk bakat dari anggota komunitas dan stand-up comedy guna memberikan sentuhan hiburan segar di sela-sela nuansa reflektif.
Perayaan Anniversary ke-2 ini ditutup dengan semangat kolaborasi yang kuat. Tegal Book Party dan LPM Buya Hamka UMT kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus menjadi penggerak budaya membaca dan menulis di wilayah Tegal, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya berhenti sejenak untuk meresapi makna kehidupan di tengah tuntutan produktivitas. (CF/SA)
Penulis : Salsabila | Editor dan Publish : Chairul Falah








