Slawi FM – Di tengah tantangan kesehatan global yang dinamis, seruan “Yes! We Can End TB” kembali bergema sebagai katalisator gerakan dunia untuk mengeliminasi Tuberkulosis (TBC). Pesan ini bukan sekadar harapan, melainkan sebuah rencana aksi nyata untuk mengakhiri salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia pada tahun 2030.
TBC (Tuberkulosis), atau TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Ciri – ciri utama seseorang terkena TB yaitu batuk terus – menerus, demam atau meriang, keringat malam tanpa aktivitas, penurunan berat badan secara drastis, nafsu makan menurun dan adanya tanda – tanda bengkak pada kelenjar getah bening dan tulang.
Demikian yang dikatakan oleh Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Mitra Keluarga Slawi Krisna Adhi Nugraha dalam Live Talkshow di Studio Radio Slawi FM, pada Rabu (08/04/2026) siang.
Menurut Dokter Krisna, gejala TBC pada anak sering kali berbeda dengan orang dewasa. Jika pada orang dewasa ciri utamanya adalah batuk berdahak, pada anak gejalanya cenderung lebih samar dan sering dianggap sebagai penyakit masa kanak-kanak biasa.
“ Kami sarankan ketika anak mengalami batuk terus menerus, penurunan berat badan, demam lama tidak kunjung turun dan bengkak pada kelenjar getah bening dan tulang, segera bawa ke Puskesmas atau RSUD terdekat. TBC pada anak bisa disembuhkan total asalkan diobati secara rutin dan tuntas selama minimal 6 bulan,” ujar Dokter Krisna.
Dokter Krisna menegaskan angka 11 persen mencerminkan bahwa beban kasus TBC anak yang signifikan dan menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan. Berdasarkan data global dan nasional, anak-anak sering kali menjadi korban tersembunyi dalam penularan TBC di lingkungan keluarga atau sekitarnya.
“ TBC pada anak hampir selalu merupakan tanda adanya kasus TBC aktif pada orang dewasa di sekitar mereka yang menderita TBC. Anak ini biasanya tertular dari orang dewasa yang dekat dengannya atau kontak langsung. Jika menemukan TBC segera diobati dan disembuhkan dengan tuntas,” jelas Dokter Krisna.
Diakhir talkshow, Dokter Krisna berpesan kepada seluruh orang tua yang memiliki balita, anak – anak dan remaja agar tidak perlu khawatir dengan TBC, tetapi juga jangan lengah. Apabila ada anak – anak yang memiliki gejala utama TBC agar segera di periksakan ke fasilitas kesehatan untuk di cek statusnya.
“ Kalau statusnya positif TBC maka segera dilakukan pengobatan dan obatnya gratis. Ikuti petunjuk dokter, konsumsi obatnya, ketika ada ketidaknyamanan dan gejala – gejala lain bisa konsultasikan langsung ke dokter. Kalau diobati sesuai petunjuk, dalam waktu sepekan TBC tidak menular lagi,” tandasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








