Ketimpangan Suplai dan Permintaan Properti Jadi Peluang Baru Sektor Pemasaran

banner 468x60

Slawi FM – Lonjakan angka pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya memicu permintaan properti yang signifikan. Namun, derasnya permintaan ini belum diimbangi dengan strategi pemasaran yang efektif, sehingga menciptakan celah pasar yang besar bagi para konsultan dan agensi marketing properti.

Pemasaran properti ada dua yaitu primary (rumah baru) dan secondary (rumah second). Keduanya memiliki karakteristik, target pasar, dan tantangan yang sangat berbeda bagi seorang pemasar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Demikian yang dikatakan oleh Business Owner PT Multiguna Propertindo RE/MAX Indonesia Gunawan dalam Program Halo Slawi FM pada Kamis, (04/02/2026) pagi.

Menurut Gunawan, Pasar Primary (Rumah Baru) umumnya di jual secara langsung oleh pengembang (developer), biasanya dalam kondisi masih dalam pembangunan (indent) atau baru selesai. Sedangkan Pasar Secondary (Rumah Second) dijual oleh pemilik individu kepada pembeli baru.

“ Rumah second ini biasanya dijual oleh pemiliknya karena kelilit hutang atau mungkin permasalahan keluarga seperti hak waris,” tuturnya.

Gunawan mengungkapkan bahwa PT Multiguna Properti merupakan salah satu kantor cabang atau franchise dari RE/MAX Indonesia, sebuah jaringan agen properti global asal Amerika Serikat yang sangat besar. Sebagai bagian dari jaringan RE/MAX, PT Multiguna Properti menyediakan layanan Pemasaran Primary, Pemasaran Secondary dan Konsultasi Investasi.

“ Jadi kami melayani jasa pemasaran perumahan – perumahan baru dan second,” jelasnya.

Gunawan juga menegaskan bahwa bagi generasi muda, profesi broker properti bukan lagi sekadar pekerjaan “titip jual” tradisional, melainkan sebuah karier modern yang berbasis teknologi, jaringan, dan analisis data. Di wilayah yang sedang berkembang pesat seperti Kabupaten Tegal, keterlibatan anak muda dalam industri ini adalah kunci percepatan penyerapan hunian.

” Peluang Terbuka lebar bagi kaula muda untuk menjadi broker properti sebagai pintu gerbang kemandirian finansial di era digital. Dengan semangat inovasi, generasi muda kini menjadi ujung tombak sosialisasi hunian layak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pancasakti Tegal Prayitno menyatakan bahwa peluang menjadi agen properti ini tentunya bisa menjadi pekerjaan sampingan yang menguntungkan. Apalagi pemerintah memiliki program 3 juta rumah. Program ini menargetkan pembangunan rumah dalam skala besar setiap tahunnya untuk memastikan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah, memiliki akses terhadap hunian layak.

” Sinergi antara program pemerintah, keterbatasan tim marketing pengembang, dan kehadiran agen properti independen adalah kunci sukses terserapnya kebutuhan hunian. Agen properti kini bertransformasi dari sekadar tenaga penjual menjadi pahlawan literasi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *