Perkuat Ketahanan Gizi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Dorong Konsumsi Pangan Lokal yang Beragam

banner 468x60

Slawi FM – Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang jatuh pada 25 Januari 2026, Kementerian Kesehatan RI mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”. Inisiatif ini menekankan pentingnya kekayaan nutrisi daerah dalam upaya pencegahan stunting serta mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Hal tersebut dibahas secara mendalam oleh Nutrisionis Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Izdihar Hanifa dalam Talkshow Kesehatan di Studio Radio Slawi FM, pada Rabu (04/02/2026) siang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hanifa menjelaskan bahwa pangan lokal adalah bahan makanan yang dikembangkan dan dikonsumsi sesuai potensi sumber daya serta budaya daerah setempat. Fokus pada pangan lokal bertujuan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bahan pangan impor.

“ Dengan mengonsumsi pangan lokal, masyarakat berubah dari konsumen pasif menjadi produsen aktif yang berdaya. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program pemerintah, melainkan gaya hidup yang melindungi diri sekaligus meningkatkan ekonomi daerah,” ujar Hanifa.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang cenderung memilih makanan instan karena alasan praktis, rasa yang adiktif, serta pengaruh iklan yang agresif. Padahal, konsumsi makanan instan berlebih berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Hanifa memaparkan standar hidangan harian melalui konsep “Isi Piringku”. Komposisi ideal dalam satu piring terdiri dari 35% Makanan Pokok, 30% Lauk-pauk, 25% Sayur dan Buah – buahan 10% Biji-bijian.

Sedangkan untuk bayi usia 6 – 23 bulan, komposisi Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus disesuaikan dengan usia. Dimulai dari proporsi 50% ASI dan 50% MPASI, hingga meningkat menjadi 70% MPASI saat mendekati usia makanan keluarga.

Sementara itu, Pengawas Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Dea Rizki Pradipta merinci contoh pangan lokal yang melimpah seperti singkong, ubi jalar, jagung, sukun, hingga protein lokal seperti ikan kembung, lele,tahu dan tempe.

Dea menekankan pentingnya variasi makanan karena tidak ada satu pun bahan pangan yang memiliki nutrisi lengkap secara sendirian. Tubuh manusia membutuhkan sekitar 40 zat gizi, baik mikro maupun makro.

“ Makanan yang kita konsumsi hari ini adalah investasi jangka panjang. Jika kita mengkonsumsi gizi seimbang sekarang, kesehatan di masa depan akan terjaga. Makanan bukan sekadar pengganjal perut, tapi penentu kualitas hidup,” pungkas Dea. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *