Linguistik Forensik, Kunci Literasi Digital dan Pencegahan Konflik Hukum

banner 468x60

Slawi FM – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sukses menyelenggarakan Dialog Kebahasaan bertajuk “Mengenal Linguistik Forensik sebagai Bagian dari Kecakapan Literasi” di Balairung, Kamis (29/1/2026) kemarin.

Acara ini menghadirkan tokoh inspiratif, Endang Aminudin Aziz, yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Nasional RI sekaligus pakar Linguistik Forensik dan Pragmatik. Diskusi yang dipandu langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati ini diikuti oleh sekitar seratus peserta yang terdiri dari staf internal, pegawai magang, hingga mahasiswa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam paparannya, Aminudin menjelaskan bahwa linguistik forensik berperan penting dalam membedah data kebahasaan. Tujuannya adalah untuk membuktikan apakah suatu lokusi (ucapan/pernyataan) seseorang memiliki potensi pelanggaran hukum atau tidak.

Ia menekankan dua poin krusial dalam berkomunikasi di era modern yaitu Pemahaman Budaya yang penting untuk menghindari kesalahpahaman antarindividu dan Tenggang Rasa sebagai benteng utama untuk menghindari “perang bahasa” seperti fitnah, penghinaan, dan pencemaran nama baik yang berujung pada ranah hukum.

“ Memahami linguistik forensik adalah bagian dari literasi. Masyarakat yang literat akan menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) untuk mencerna informasi, baik tekstual maupun nontekstual, demi meningkatkan kualitas hidup,” ujar Aminudin.

Sementara itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, berharap materi ini menjadi bekal berharga bagi para ahli bahasa dan mahasiswa magang dalam menjalankan tugas profesional mereka.

” Wawasan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis pegawai, tapi juga memberikan kecakapan literasi praktis bagi peserta untuk lebih bijak dalam memilih dan memilah informasi di tengah derasnya arus digital.,” jelasnya. (CF/AS/FN/AI)

Penulis : Agus Sudono, Fildza Nabila, dan Ayu Intan H | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *