Slawi FM – Asam lambung yaitu kondisi di mana cairan asam yang seharusnya tetap berada di perut, justru naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Dulu masalah lambung identik dengan orang tua. Namun sekarang, sekitar usia 18 – 30 tahun justru menjadi kelompok yang paling sering mengeluh asam lambung naik.
Demikian yang dikatakan oleh Dokter Saintifikasi Jamu WKJ Kalibakung Arkina Putri Dewanti dalam Program Halo Slawi FM Jamune Kyeh pada Jumat, (30/01/2026) pagi.
Menurut Dokter Arkina, gejala umum asam lambung diantaranya mual, muntah, nyeri pada ulu hati, perut kembung ,sering bersendawa, dan cepat kenyang sehingga nafsu makan berkurang. Sedangkan penyebab utama asam lambung yakni pola makan yang berantakan atau mengkonsumsi makanan pedas berlebihan, asam, dan santan yang menyebabkan asam lambung naik.
“ Jadi penyebab asam lambung juga dari fikiran atau stress berlebihan. Karena stres memicu produksi asam lambung berlebih melalui sistem saraf,” tutur Dokter Arkina.
Dokter arkina menegaskan bahwa bagi penderita asam lambung tidak perlu khawatir, karena asam lambung bisa diatasi dengan jamu tradisional di WKJ diantaranya tanaman herbal ripang jahe, daun sembung, jinten hitam dan rimpang kunyit. Tanaman herban tersebut memiliki khasiat mengatasi mual, kembung, nyeri, anti inflamasi yang bisa menyembuhkan luka di lambung, melindungi lambung dan menurunkan asam lambung serta mengurangi asam lambung.
“ Untuk efektifitas pengobatan, tanaman herbal tersebut dapat dikonsumsi 3 x 1 hari sebelum makan selama 7 hari dengan dosis jahenya se telunjuk jari, daun sembung 30 lembar, jinten hitam setengah sendok teh, dan kunyit sebanyak 2 – 3 ruas,” jelas Dokter Arkina.
Adapun untuk mencegah agar asam lambung tidak naik yaitu dengan menghindari makanan yang pedas, asam, manis, serta minum – minuman kopi, dan bersoda serta kelola stres. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








