Slawi FM – Pemerintah Kabupaten Tegal resmi meluncurkan Tegal Great Sale (TGS) sebagai langkah nyata mengurangi ketergantungan pada anggaran pusat. Ajang ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru yang fokus pada penggalian potensi lokal melalui kolaborasi jaringan bisnis modern demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Ketua MPR RI, Edy Budiyarso, dalam program Halo Slawi FM pada Rabu (21/01/2026) pagi.
Edy menjelaskan bahwa kesuksesan Tegal Great Sale bergantung pada penerapan teori Pentahelix, yang melibatkan kolaborasi simultan antara Pemerintah Daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas/masyarakat, dan media.
” TGS bukan sekadar mengejar kemandirian daerah, tapi juga perwujudan visi Tegal Luwih Apik. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mendukung penuh langkah ini dan mengajak Bank Himbara untuk turut bersponsor. Inilah wujud nyata konektivitas antara pusat dan daerah,” ujar Edy.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Tegal, Mokhamad Amin, menegaskan bahwa TGS tidak bisa berjalan sendiri. Berkat dukungan penuh dari Bupati Tegal dan Gubernur Jateng, TGS telah resmi diluncurkan sejak pertengahan November 2025 dan berlangsung mulai 1 Desember 2025 hingga 31 Maret 2026.
” Kami mengedepankan kerja sama sektor perdagangan melalui sistem dashboard agar semua transaksi terpantau transparan. Untuk menarik minat masyarakat, TGS juga menyediakan undian berhadiah spektakuler mulai dari mobil, rumah, umroh, emas dan hadiah menarik lainnya,” ungkap Amin.
Dari sisi akademisi, Direktur Politeknik Pancasakti Tegal, Prayitno, mengingatkan bahwa era “single fighter” telah usai. Menurutnya, tantangan ekonomi global mengharuskan daerah memiliki jaringan yang kuat.
” Kuncinya adalah peningkatan transaksi nyata. Strateginya sederhana: buat orang datang untuk berwisata, pastikan mereka berbelanja, dan jika mereka merasa nyaman, investasi akan masuk ke Tegal dengan sendirinya,” jelas Prayitno.
Sebagai penutup, Edy Budiyarso berpesan agar Tegal Great Sale menjadi ajang promosi efektif dengan mengangkat branding unggulan seperti Festival Sate Tegal, tradisi minum teh, serta berbagai event olahraga dan seni budaya.
” Harapannya, perputaran uang di Kabupaten Tegal semakin cepat dan besar sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Mari kita jaga situasi kondusif agar wisatawan merasa nyaman dan merasakan semangat ‘mberahi gawe kangen’ untuk kembali lagi ke Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








