Slawi FM – Semangat pelestarian budaya Jawa di Kabupaten Tegal menunjukkan geliat kuat. Sebanyak 113 peserta tari dan sinden muda, mulai dari jenjang TK hingga SMA, sukses mengikuti “Ujian Seni Eksotika Vol. 4” yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Seni Tegal (RST).
Acara akbar yang menjadi ujian tahunan ini digelar di Galeri Budaya Jatayu, Komplek Brigif 4 Dewa Ratna pada Sabtu (06/12/2025) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata RST untuk nguri-uri (melestarikan) budaya lokal.
Pembina Rumah Seni Tegal, Akhmad Agus Wardana (AW), dalam sesi Hallo Slawi FM, mengungkapkan antusiasme yang tinggi. Total peserta tari RST tahun ini mencapai 217 orang, dengan 113 di antaranya menjalani ujian pada malam tersebut, termasuk peserta sinden anak.
” Malam ini ada 113 peserta yang kami uji, juga termasuk peserta sinden dari anak-anak kita, mulai dari TK sampai SMA. Ini membuktikan bahwa di tengah zaman gadget, anak-anak kita masih mau belajar, nguri-uri budaya,” ujar AW.
Yayasan RST, yang kini memasuki tahun keempat, telah bertransformasi dari pelatihan keliling menjadi sanggar tetap berkat kerja sama dengan Brigif 4 Dewa Ratna, memanfaatkan rumah tua sebagai pusat pelatihan tari, sinden, karawitan, dan pedalangan.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Politeknik Pancasakti, Prayitno, serta perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Bintang Suryowicaksono.
Bintang dari Disporapar memberikan apresiasi tinggi, menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan fondasi pariwisata.
” Wisata tanpa culture itu omong kosong. Kalau jiwa seninya itu belum meresap, tidak ada implementasi, maka wisata itu tidak akan berkembang,” tegas Bintang, sambil menambahkan bahwa seni juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan motorik anak.
Disporapar berharap RST dapat terus melaksanakan roadshow di ruang-ruang publik seperti Alun-alun Bintoro untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Tegal.
AW mengharapkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, mengingat kegiatan RST melibatkan kehadiran lebih dari 300 orang, termasuk orang tua peserta. Ia juga membanggakan prestasi anak didiknya yang telah dua kali dikirim ke Eropa, mengikuti festival folklore di empat negara.
Sebagai penutup, AW menekankan pentingnya kolaborasi antar-sanggar dan yayasan dalam melestarikan budaya. “Kuatnya negara, tentu fondasinya, ada di budaya di sana,” tutupnya.
Ujian Seni Eksotika Vol. 4 ini membuktikan bahwa Kabupaten Tegal memiliki potensi besar dalam melestarikan Budaya Jawa, menjadikannya aset penting untuk penguat sektor pariwisata daerah. (CF/JTS)
Penulis : Juni Tri Setiyono | Editor dan Publish : Chairul Falah








