Program Warteg Jadi Kunci Integrasi Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tegal

banner 468x60

Slawi FM – Diseminasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tegal dilakukan melalui program Warung Tegal (Warteg) atau sering juga disebut dengan Gerakan Warteg. Program ini merupakan sebuah inisiatif kolaborasi dan integrasi upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tegal.

Demikian yang dikatakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud dalam Program Live Talkshow dipandu oleh Merry Honey di Studio Mini Setda Kab. Tegal pada Rabu, (22/10/2025) siang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Amir, program warteg merupakan akronim dari wujudkan kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk mengentaskan garis kemiskinan khususnya di Kabupaten Tegal.

“ Meskipun pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tegal sudah berjalan, tetapi masih berjalan sendiri – sendiri baik pemerintah maupun swasta. Maka kami berinisiasi mengoptimalkan TKPKD sehingga bisa menjadi koordinasi dan pusat informasi dalam pengentasan kemiskinan baik yang dilakukan pemerintah, OPD maupun stakeholder lain,” tutur Amir.

Amir menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari program warteg yaitu untuk menghilangkan masalah tumpang tindih dan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, sehingga tumpang tindih implementasi program dapat diminimalisir dan dampak penurunan kemiskinan menjadi lebih signifikan.

“ Jadi dengan adanya perencanaan yang menggunakan sistem bersama, tujuannya agar pelaksanaan pengentasan kemiskinan lebih fokus, efektif dan efisien,”ungkap Amir.

Amir juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan waktu, karena ini masalah kompleks, multidimensi, dan struktural. Oleh karena itu, penyelesaiannya tidak dapat dilakukan secara instan atau dalam jangka waktu yang singkat. Bahkan, keberhasilan program pengentasan kemiskinan sering kali diukur dalam capaian jangka menengah (beberapa tahun) hingga jangka panjang (satu generasi).

“ Pengentasan kemiskinan harus sabar dan butuh waktu misalkan seperti program beasiswa dimana kalau ada warga miskin diikutkan beasiswa tentunya membutuhkan support dari keluarga. Kalau seandainya tidak sabar bisa saja terjadi putus kuliah, maka ini harus dikawal bersama program – program pengentasan kemiskinan agar berjalan lancar,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *