Slawi FM – Semangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tegal kembali terlihat jelas dalam kegiatan Talkshow dan Pameran Berbagi Praktik Baik yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal bertempat di Aula SMKN 2 Adiwerna pada Jumat, (17/10/2025) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) tahap kedua yang diikuti sebanyak 164 guru dari jenjang TK, SD, dan SKB.
Para peserta yang datang dengan antusiasme tinggi ini terbagi ke dalam enam kelas, mulai dari kelas A hingga kelas F. Setiap kelas memiliki fasilitator yang siap mendampingi guru-guru dalam menggali, mengembangkan, serta membagikan praktik baik dari hasil pelatihan yang telah mereka jalani.
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal yang diwakili oleh Kepala Bidang PPTK, Nurkhakim. Dalam sambutannya, Nurkhakim menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini bukan sekadar formalitas peningkatan kompetensi, melainkan wadah bagi para guru untuk bertransformasi menjadi pendidik yang lebih empatik dan reflektif.
“ Guru harus punya empati terhadap siswanya. Jadilah tempat yang nyaman, bukan sosok yang cuek atau menakutkan. Ketika siswa merasa diterima dan dihargai, maka proses belajar akan berjalan lebih bermakna,” ujar Nurkhakim.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Dinas Dikbud akan menindaklanjuti pelatihan pembelajaran mendalam ini dengan program diseminasi yang menyasar kelompok kerja guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Program tersebut diharapkan menjadi sarana penyebarluasan hasil pelatihan ke seluruh sekolah di Kabupaten Tegal agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Implementasi Pembelajaran Mendalam yang menghadirkan beragam narasumber, di antaranya perwakilan dari unsur dinas Dikbud, pengawas sekolah, kepala sekolah, fasilitator, serta peserta pelatihan dari masing-masing kelas. Talkshow ini dipandu dengan hangat oleh dua fasilitator kelas A, Dina Fuji Handayani dan Juni Tri Setiyono, yang sukses menciptakan suasana interaktif dan inspiratif di antara peserta.
Para narasumber berbagi pengalaman bagaimana pembelajaran mendalam dapat diterapkan di kelas dengan menekankan kolaborasi, empati, dan refleksi dalam setiap proses belajar. Mereka mencontohkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pembimbing yang membantu murid menemukan makna dan relevansi dari setiap materi pelajaran.
Kegiatan talkshow dan pameran ini menjadi momentum berharga bagi para guru untuk saling belajar, bertukar inspirasi, dan memperkuat jejaring profesional. Dengan dukungan penuh dari Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, diharapkan semangat pembelajaran mendalam dapat terus berkembang dan membawa perubahan nyata di ruang-ruang kelas seluruh Kabupaten Tegal. (CF/AN)
Penulis : Ardan | Editor dan Publish : Chairul Falah








