Slawi FM – Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal (DKD-KT) menggelar kegiatan malam ilir-ilir di Gedung Pertemuan Universitas Bhamada Slawi, pada Rabu (01/10/2025) malam.
Kegiatan tersebut membahas tentang dialog kebudayaan yang merujuk pada “Kolaborasi untuk kelestarian bahasa ibu menuju penelitian yang berdampak” yang mengundang sejumlah narasumber ternama yakni Ketua DKD-KT Kabupaten Tegal, Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, Rektor Universitas Bhamada Slawi Maufur, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Winarto, Koordinasi Bidang Bahasa DKD-KT, Muarif Essage yang dimoderatori oleh Ria Candra Dewi.
Dalam kesempatan itu, Ketua DKD-KT Kabupaten Tegal, Ki Firman Haryo Susilo mengatakan, dialog kebudayaan tersebut membahas tentang kerjasama antara DKD-KT Kabupaten Tegal dan Universitas Bhamada Slawi berkaitan tentang penelitian kebudayaan riset. Khususnya, tentang OPK pengetahuan tradisional wisata kesehatan jamu.
” Karena Universitas Bhamada Slawi karakternya adalah kampus kesehatan dan objek pemajuan kebudayaan lainnya seperti bahasa, tradisi lisan manuskrip yang sesuai dengan program studi di kampus tersebut,” tuturnya.
Haryo menjelaskan, bahwa langkah strategis yang dibangun adalah soal perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan objek kebudayaan dan tradisi lisan diantaranya terkait riset dan penyusunan tata bahasa baku bahasa tegalan seperti pengkajian fonologi, morfologi, sintaksis dan parasintaksis bahasa Tegal.
” Kemudian pembentukan dan penataan komunitas penutur bahasa Tegal melalui Ketoprak Cepak Tegal untuk mengisi rutinan Pagelaran di Gedung Rakyat Slawi yang saat ini tengah direnovasi oleh Kementerian Kebudayaan RI,” jelasnya.
Selain itu, DKD-KT juga menginisiasi lomba karawitan Gagrak Tegal yang berkolaborasi dengan Wakil Ketua Bapemperda Provinsi Jawa Tengah dan Dewan Penasehat DKD-KT, H Masfui Masduki.
Haryo juga menjelaskan terkait akselerasi Lomba Dongeng Bahasa Panginyongan untuk Guru TK/PAUD dan SD/Mi/sederajat serta Siswa-siswi SMP/MTs/sederajat kolaborasi DKD-KT dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
” Semoga ikhtiar dan energi positif dalam Pembangunan Ekosistem Kebudayaan yang baik di Kabupaten Tegal mampu direspon positif bukan hanya oleh Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Pusat melainkan juga direspon secara masif oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tegal,” tandasnya. (CF/LI)
Kontributor : Lugi | Editor dan Publish : Chairul Falah








