Slawi FM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal secara resmi merilis publikasi tahunan paling komprehensif, Kabupaten Tegal Dalam Angka (DDA) 2026. Rilis ini menjadi tonggak penting dalam penyediaan data lintas sektoral untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih terukur dan akurat.
Survey dan sensus merupakan hal penting dalam pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Apalagi bagi pemerintah ini bermanfaat sabagai alat navigasi. Tanpa data yang akurat, kebijakan publik misalnya pembangunan tanpa data ibarat orang berjalan tanpa kompas yang beresiko salah sasaran.
Demikian yang dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal Bambang Wahyu Ponco Aji dalam Program Live Talkshow di Studio Radio Slawi FM pada Jumat (27/02/2026) pagi.
Bambang menjelaskan bahwa Kabupaten Tegal Dalam Angka adalah publikasi tahunan BPS Kabupaten Tegal yang menyajikan data statistik lengkap mengenai kondisi wilayah, mulai dari kependudukan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, hingga sosial.
Publikasi ini menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memahami perkembangan Kabupaten Tegal secara menyeluruh.
“ Kita punya kegiatan Advance Release Calender, dimana setiap tanggal 27 Februari kami harus menerbitkan. Ini janji kami kepada masyarakat agar mereka tahu apa saja yang di publikasikan dalam angka di Kabupaten Tegal terdiri dari Geografis dan Iklim, pemerintah, penduduk, ketenagakerjaan, sosial, kesejahteraan rakyat, pertanian, kehutanan, industri, pariwisata, transportasi, perbankan dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal relatif stabil dengan sektor industri pengolahan sebagai motor utama. Selain itu, perdagangan dan jasa juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.
“ Pertumbuhan ekonomi ini kami mengukur dari penjumlahan seluruh nilai tambah yang dihasilkan dari usaha yang ada di Kabupaten Tegal. Nilai tambah ini adalah balas jasa yang dihasilkan oleh faktor produksi tenaga kerja, modal, dan tanah atau sumber daya alam,” tuturnya.
Selain itu, Bambang juga menegaskan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan persiapan sensus ekonomi 2026. Tantangan terbesar dalam sensus ekonomi yakni memastikan semua pelaku usaha dapat didata, terutama usaha kecil yang kadang sulit terjangkau. BPS menjamin kualitas data dengan pelatihan petugas, penggunaan teknologi digital, serta proses validasi berlapis.
“ Kami BPS Kabupaten Tegal mengajak masyarakat, ayo jadikan sensus ekonomi 2026 ini menjadi sensus ekonomi terbaik. Mari bersama – sama menyukseskan sensus ekonomi dengan menerima petugas kami dengan baik dan berikan data sesuai, terutama konfirmasi terlebih dahulu bahwa yang datang adalah petugas dari BPS,” tambahnya.
Sebagai langkah strategis, usai acara talkshow, BPS Kabupaten Tegal resmi menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan LPPL Radio Slawi FM. Kerja sama ini menetapkan Slawi FM sebagai media partner resmi untuk mengawal dan menyosialisasikan tahapan Sensus Ekonomi 2026 kepada masyarakat luas. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








