Slawi FM – Di bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan stabilitas ekonomi kerakyatan dan menjaga ketertiban umum. Langkah ini diambil guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Demikian yang dikatakan oleh Anggota Komisi D DPRD Jateng Masfui Masduki dalam Program Live Talkshow di Studio Radio Slawi FM pada Sabtu, (21/02/2026) pagi.
Anggota Komisi D DPRD Jateng, Masfui Masduki, menyoroti bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual, melainkan juga penggerak roda sosial dan ekonomi di Jawa Tengah. Ia mencatat adanya peningkatan aktivitas di pasar tradisional, tumbuhnya sentra kuliner takjil, hingga lonjakan permintaan di sektor UMKM.
” Kenaikan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, tradisi buka puasa bersama, dan persiapan Idul Fitri. Kami memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk mendorong ekonomi kerakyatan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat kecil,” ujar Masfui.
Namun, ia juga mengingatkan agar peningkatan aktivitas ekonomi ini dibarengi dengan tanggung jawab menjaga fasilitas umum. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan di pusat keramaian, tertib parkir, serta merawat sarana ibadah.
Dari sisi teknis, Anggota Komisi D lainnya, M. Iskhak, menekankan pentingnya kelancaran infrastruktur dan distribusi logistik untuk menekan lonjakan harga pangan. Meski urusan perdagangan ada di Komisi B, Komisi D berperan krusial di sisi hulu dengan memastikan akses jalan dan transportasi tetap lancar.
” Tugas kami adalah memastikan pasokan barang tidak terhambat agar harga tetap stabil. Jangan sampai momen Ramadhan dan Lebaran dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak atau ‘aji mumpung,” tegas Iskhak.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jateng, Abdul Aziz, menambahkan bahwa tradisi khas Ramadhan seperti ngabuburit dan sedekah takjil adalah manifestasi keberkahan yang nyata bagi ekonomi akar rumput. Menurutnya, semangat berbagi membuat perputaran uang menjadi lebih cepat dan merata.
” Semoga tahun ini ekonomi kita jauh lebih meningkat dibanding tahun lalu yang sempat mengalami penurunan,” harap Abdul Aziz.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyeimbangkan aktivitas duniawi dengan penguatan ibadah.
” Mari jadikan Ramadhan ini sebagai ladang mencari keberkahan, hingga kita semua dapat kembali ke fitrah pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H nanti,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








