Slawi FM – Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Meski istilah ini sering terdengar, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat kanker menyerang.
Demikian yang dikatakan oleh Dokter Saintifikasi WKJ Kalibakung Indah Hastuti dalam Program Halo Slawi FM Jamune Kyeh pada Jumat, (13/02/2026) pagi.
Menurut Dokter Indah, kanker bukanlah penyakit tunggal, melainkan sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Perbedaan mendasar antara tumor dan kanker yaitu tumor merupakan pertumbuhan sel yang berkembang secara abnormal, umumnya ditandai dengan munculnya benjolan, namun belum tentu bersifat merusak.
Sedangkan kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, bersifat ganas, dan memiliki kemampuan untuk merusak Deoxyribonucleic Acid (DNA) serta jaringan di sekitarnya.
” Akar masalahnya ada pada DNA. DNA adalah bagian dari sel yang bisa rusak akibat berbagai faktor, salah satunya keturunan. Meski ada jenis kanker yang bersifat genetik, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Jika ada riwayat keluarga, kuncinya adalah tetap waspada dan konsisten menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.
Dokter Indah menjelaskan bahwa selain faktor genetik, lingkungan memegang peran besar dalam memicu kanker melalui zat karsinogen. Zat ini bisa masuk ke tubuh melalui pernapasan maupun kontak fisik. Beberapa pemicu utamanya meliputi asap rokok baik perokok aktif maupun pasif terpapar ribuan bahan kimia beracun yang merusak DNA secara langsung.
Kemudian bahan kimia yakni paparan zat tertentu seperti pestisida dalam jangka panjang dan faktor mengkonsumsi alkohol yang berpengaruh terhadap kesehatan organ dalam, terutama liver (hati).
” Intinya, di mana terjadi kerusakan sel yang terus – menerus, di situ ada risiko pertumbuhan tumor dan kanker,” tambahnya.
Selain itu, hal yang sering luput dari perhatian adalah faktor stres. Dokter Indah menegaskan bahwa meski stres tidak secara langsung menyuntikkan sel kanker, kondisi psikis yang buruk menciptakan lingkungan internal yang mendukung pertumbuhan sel kanker.
” Saat kita stres, sistem imun tubuh menurun drastis. Itulah mengapa saat pikiran terbebani, kita lebih mudah sakit, bahkan hanya karena terkena hujan. Jika imun kita baik dan pikiran tenang, tubuh memiliki pertahanan alami yang kuat. Maka, merasa bahagia itu sangat penting agar kita tidak mudah stres dan jatuh sakit,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








