Slawi FM – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Jumat (06/02/2026) pagi.
Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan jiwa warga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah karena kondisi tanah yang masih sangat labil.
” Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana,” tegas Wapres saat menemui para pengungsi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain.
Menanggapi kekhawatiran warga soal administrasi, Wapres memberikan jaminan bahwa dokumen penting yang hilang seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK) akan segera diganti.
” Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau,” jelas Wapres.
Wapres secara khusus menitipkan penanganan kelompok rentan kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Ia meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak – anak, hingga difabel terpenuhi dengan layak, termasuk jaminan tim medis dan obat – obatan yang siaga 24 jam.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan rencana relokasi ke tempat yang lebih aman. Nantinya warga akan mendapatkan rumah baru tanpa dipungut biaya atau gratis di lahan aman dari bencana.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman melaporkan rencana pemindahan pemukiman ke lahan milik Perhutani yang lebih stabil sekaligus melaporkan sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya rusak berat. Saat ini, terdapat 2.426 jiwa yang mengungsi di empat posko utama.
Trauma mendalam dirasakan oleh warga, salah satunya Nur Halimah (35). Ia menceritakan detik – detik mencekam saat rumahnya hancur pada Selasa malam lalu.
” Tembok hancur semua, tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD, tetap mencoba tegar meski sedih harus meninggalkan rumahnya yang kini dalam posisi miring akibat pergeseran tanah.
” Semoga keluarga saya sehat selalu,” ucapnya.
Selain bantuan logistik, kegiatan trauma healing bagi anak – anak juga digencarkan oleh polwan Polres Tegal untuk memulihkan kondisi psikis mereka. Kunjungan Wapres diakhiri dengan peninjauan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan operasional bantuan berjalan cepat dan tepat. (CF/SA)
Penulis : Sofia | Editor dan Publish : Chairul Falah








