Slawi FM – Di tengah arus digital yang serba cepat, media sosial bukan sekadar hiburan, melainkan pembentuk cara pandang dan keputusan hidup.
Menanggapi fenomena ini, Penyuluh Narkoba BNN Kota Tegal, Solikhah Ernawati menekankan pentingnya literasi digital dalam acara Live Talkshow di Studio Radio Slawi FM, pada Kamis (05/02/2026) siang.
Menurut Erna, influencer kini telah bertransformasi dari sekadar publik figur menjadi penentu tren dan pemicu aspirasi jutaan orang. Oleh karena itu, integritas seorang konten kreator menjadi sangat krusial.
Erna menyoroti bahwa rekam jejak seorang influencer adalah “bukti sejarah” yang sulit dimanipulasi. Ia berharap para pemberi pengaruh ini mampu menjaga konsistensi karakter dan nilai – nilai positif.
” Influencer harus konsisten dengan jati dirinya. Kita khawatir jika ternyata mereka adalah pengguna narkoba atau pelaku aktivitas negatif, pengikutnya akan merasa kecewa dan tertipu. Apa yang kita ikuti seharusnya mencerminkan nilai yang baik,” ujar Erna.
Selain pengaruh figur, Erna juga mengingatkan bahwa pergeseran peredaran narkoba ke ranah pasar gelap online (dark web). Media sosial kini menjadi area berisiko bagi remaja yang sedang mencari jati diri.
Ia menyebutkan beberapa ancaman yang kerap mengintai Iming-iming hadiah seperti konten game yang menjanjikan giveaway sebagai daya tarik terselubung, konten asusila yakni maraknya live streaming pornografi yang merusak moral serta peredaran narkoba digital yaitu transaksi yang makin sulit dideteksi secara konvensional.
Sebagai benteng utama, dukungan emosional dan pengawasan orang tua tidak bisa ditawar. Orang tua diminta lebih proaktif memantau aktivitas digital anak agar gadget digunakan untuk hal positif.
Di akhir talkshow, Erna berpesan agar generasi muda memiliki “Radar Digital” yang kuat. Menjadi cerdas bukan berarti berhenti mengikuti influencer, melainkan menjadi konsumen konten yang strategis.
” Jangan hanya melihat popularitas. Gali karakter, nilai, dan gaya hidup yang mereka tampilkan. Literasi digital adalah kunci agar anak muda tidak tersesat di balik gemerlapnya popularitas semu,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








