Persekat Tegal Optimis Bangkit dan Amankan Posisi di Liga 2

banner 468x60

Slawi FM – Manajemen dan skuad Persatuan Sepakbola Kabupaten Tegal (Persekat Tegal) menegaskan optimisme tinggi untuk bangkit dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2024/2025. Tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu ini mengusung misi besar yaitu keluar dari zona bawah dan memastikan posisi di kasta kedua sepak bola Indonesia tetap aman.

Meski sepanjang musim harus tertatih – tatih di papan bawah, Persekat bertekad membuktikan mentalitas kuat mereka untuk tetap bertahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Chief Operating Officer (COO) Persekat Tegal, M. Ersal Aburizal, dalam Talkshow Pagi di Studio Radio Slawi FM, pada Rabu, (24/12/2025) pagi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Ersal, perjalanan musim ini merupakan ujian ketahanan yang luar biasa. Jika dihitung dari masa pra-musim hingga babak play-off degradasi, total durasi perjuangan tim mencapai 9 bulan dengan penuh drama.

” Proses Liga 2 biasanya hanya 6 bulan, tapi tahun ini menjadi 9 bulan yang menguras tenaga, biaya, dan pikiran ekstra. Saat ini posisi Persekat memang belum cukup aman, tetapi kami yakin dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah, kami selalu bisa lolos meski berada di pinggir jurang,” ujar Ersal.

Ersal juga menekankan bahwa kekuatan utama tim ada pada dukungan suporter. Bagi manajemen, Skaterz dan Red Brigade bukan sekadar penonton, melainkan ruh yang menjaga tim tetap berdiri tegak.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Pancasakti Tegal, Prayitno memberikan pandangannya dari sisi manajemen dan akademisi. Ia menilai keberhasilan Persekat bertahan di Liga 2 adalah bukti kemajuan Kabupaten Tegal yang patut dicontoh daerah lain, khususnya di wilayah Pantura.

” Jika olahraga di Kabupaten Tegal maju, otomatis daerahnya ikut maju. Tinggal bagaimana pengelolaan selanjutnya. Jangan sampai prestasi ini menurun, justru harus terus naik,” ungkap Prayitno.

Ia juga menambahkan bahwa sepak bola modern kini tidak hanya mengandalkan adu fisik, tetapi juga data dan sains (riset). Sinergi antara akademisi (teori) dan praktisi (pelatih/pemain) menjadi kunci inovasi agar industri sepak bola tidak monoton.

” Dengan sinergi ini, kelemahan dan kelebihan tim bisa ditinjau secara ilmiah agar terus berkembang. Tanpa inovasi, sebuah bisnis atau organisasi olahraga tidak akan bertahan lama,” pungkasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *