Apresiasi Budaya Tegal, Menteri Kebudayaan RI Resmikan Gedung Rakyat Slawi

banner 468x60

Slawi FM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan Gedung Rakyat Slawi di Kabupaten Tegal pada Selasa (02/12/2025) pagi.

Peresmian fasilitas seni dan budaya yang telah direvitalisasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan budaya dan identitas bagi masyarakat Tegal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam laporannya, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menyampaikan bahwa revitalisasi Gedung Rakyat Slawi adalah bagian dari program strategis Kementerian Kebudayaan RI untuk memperkuat infrastruktur kebudayaan di daerah.

” Hingga saat ini, Kementerian telah membangun 89 sarana dan prasarana kebudayaan, terdiri dari 30 pembangunan fisik seperti gedung kesenian dan 59 program non fisik yang mencakup penelitian, pembinaan, serta berbagai kegiatan seni. Gedung Rakyat Slawi ini salah satu contoh sarana fisik yang berhasil kami bangun. Sementara dukungan non fisik kami berikan melalui program penelitian, kegiatan seni, dan pembinaan komunitas,” tutur Mahendra.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi X DPR RI Ali Zamroni, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Direktur Sarpas Kementerian Kebudayaan RI, serta Bupati dan Wakil Bupati Brebes.

Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, menyambut baik revitalisasi tersebut. Ia menyebut, langkah ini penting untuk menghidupkan kembali ruang publik yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Kabupaten Tegal.

” Gedung Rakyat Slawi yang sebelumnya jarang digunakan dan kurang layak, kini berdiri megah sebagai fasilitas seni dan budaya yang modern, nyaman, estetik, dan representatif,” ujar Kholid.

Kholid berharap gedung ini dapat menjadi pusat kegiatan seni dan kebudayaan, tempat lahirnya karya-karya hebat, pertunjukan berkualitas, serta program edukatif yang mendorong kreativitas generasi muda Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menekankan pentingnya menghidupkan kembali ekosistem budaya di wilayah Tegal. Ia menyebut gedung ini sebagai “Omahe Wong Tegal” (Rumah Orang Tegal).

” Ini adalah sebuah ruang publik di mana identitas warga Kabupaten Tegal berakar, ekspresi budaya menemukan panggungnya, dan kebanggaan daerah menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat,” tegas Fadli Zon.

Fadli Zon berharap gedung ini dapat menjadi ruang belajar, memori budaya, dan kolektif budaya bangsa, serta menjadi titik temu lintas generasi, terutama antara seniman senior (maestro) dengan seniman muda.

” Gedung ini diharapkan bisa menjadi ruang ekspresi dan etalase budaya, yang ke depan, bisa menggerakkan ekonomi budaya di Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (CF/LI)

Kontributor : Lugi | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *