Karakter Sejati Manusia Terbentuk Melalui Pelajaran Hidup dari Proses Heat Treatment

banner 468x60

Slawi FM – Analogi pembentukan karakter manusia melalui logam sangat kaya akan filosofi. Logam, dengan sifat dasarnya yang bisa diubah total melalui proses metalurgi, memberikan cerminan yang mendalam tentang bagaimana manusia dibentuk oleh lingkungan, tekanan, dan pengalaman hidup.

Demikian yang dikatakan oleh Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UPS Tegal Agus Wibowo dalam Talkshow Pagi dipandu oleh Sofia di Studio Radio Slawi FM pada Sabtu, (25/10/2025) pagi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Agus, dalam menjalani kehidupan tentunya penting untuk memiiki sudut pandang banyak. Karena multi perspektif merupakan salah satu aset terpenting dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional. Ini adalah kemampuan untuk melihat suatu isu, peristiwa, atau orang, tidak hanya dari kacamata sendiri, tetapi dari berbagai posisi, latar belakang, dan nilai.

“ Sudut pandang banyak penting misalnya kita menjumpai teman kantor tiba – tiba marah. Dengan kita memiliki multi perspektif mungkin dia marah karena ada persoalan dirumah yang terbawa ke tempat kerja. Jadi kita tidak spontanitas menilai sudut pandang negatif, tapi memaklumi dan menetralisir,” tutur Agus.

Agus menjelaskan heat treatment pada logam yaitu proses perlakuan panas pada logam untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Maka, jika diterapkan pada manusia tentunya karakter manusia yang kuat dan matang tidak terbentuk tanpa melalui pemanasan (tekanan), pendinginan cepat (krisis), dan yang terpenting, penyeimbangan (refleksi dan adaptasi) yang berkelanjutan. Kualitas yang dicari adalah ketangguhan, bukan hanya kekerasan.

“ Manusia ini butuh treatment misalnya remaja biasanya ingin kulitnya putih dan glowing, maka memerlukan perawatan kulit atau treatment. Sedangkan treatment psikologi menjadikan manusia memiliki kesabaran ketika menghadapi persoalan. Kalau pada logam mempunyai sifat lentur, tidak keras dan tidak patah,” ungkap Agus.

Agus menegaskan bahwa karakter sejati manusia, yang dicari dalam setiap proses pengembangan diri bukanlah karakter yang paling keras atau yang paling lunak, tetapi karakter yang telah dioptimalkan. Optimasi ini dicapai melalui serangkaian perlakuan panas kehidupan, sama seperti proses heat treatment pada logam. (CF)

 Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *