Slawi FM – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitarnya.
Demikian yang dikatakan oleh Konselor Adiksi Ahli Muda BNN Kota Tegal Beny Abukhaer Tatara dalam Program Talkshow BNN yang dipandu oleh Rida di Studio Radio Slawi FM, pada Kamis, (23/10/2025) siang.
Menurut Beny, meskipun kesadaran mulai meningkat, pengabaian terhadap kesehatan mental masih menjadi masalah besar di masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menyatakan bahwa 20 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional, 9,8 persen remaja memiliki keinginan bunuh diri sehingga tercatat pertahun ada 1000 lebih kasus bunuh diri.
“ Sesuai hasil skrining kesehatan jiwa di Kabupaten Tegal sampai bulan Mei 2025 didapatkan 180 orang terindikasi mengalami gangguan cemas, 135 depresi dan 11 cemas dan depresi. Artinya di lingkungan kita masih banyak yang mengalami gangguan kesehatan mental. Maka kita jangan sampai abai dengan kesehatan mental yang bisa menyerang ke siapa saja,” ujar Beny.
Beny menjelaskan ciri – ciri umum seseorang kesehatan mentalnya baik diantaranya mampu mengenali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki secara realistis, dapat mengatasi stres, tekanan, dan kekecewaan hidup sehari-hari tanpa merasa terpuruk berkepanjangan, mampu menerima berbagai jenis emosi baik senang, sedih dan marah. Kemudian memiliki rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri serta cenderung memiliki pandangan hidup yang positif.
“ Jadi orang yang mentalnya sehat tentunya menerima masukan, merasa nyaman, dan menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri serta menerima orang lain atau sosialnya baik serta dapat mengontrol emosi dan merasa nyaman menjalani hidup dengan realistis,” tutur Beny.
Sedangkan ciri – ciri seseorang mengalami gangguan kesehatan mental yaitu sedih berkepanjangan, kecemasan berlebihan, perubahan mood ekstrem, marah berlebihan, sulit berkosentrasi, penarikan diri sosial, perubahan pola tidur, perubahan nafsu makan, berpikiran negatif berulang, putus asa, pelarian tidak sehat, tidak merawat diri serta mudah kecapean.
“ Gangguan kesehatan ini berhubungan dengan narkoba, dimana jika seseorang mengkonsumsi narkoba berakibat menurunnya intelegensi, ketergantungan emosional pada narkoba atau kecanduan, perubahan suasana hati ekstrem, perubahan perilaku dan memunculkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri bahkan bunuh diri terutama bagi remaja yang mentalnya masih lemah,” jelas Beny.
Beny juga berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa peran keluarga dan lingkungan sangat penting yang bisa menentukan kesehatan mentalnya baik atau tidak. Maka dari itu, bagi anggota keluarga diharapkan bisa memberikan rasa nyaman, empati dan berikan kasih sayang bagi pecandu narkoba yang sedang menjalani proses rehabilitasi agar proses pemulihan berjalan dengan baik.
“ Ayo hindari narkoba dan bagi yang sudah terkena narkoba jangan takut segera melaporkan ke BNN Kota Tegal sehingga bisa diobati. Karena korban penyalahguna narkoba menurut WHO adalah penyakit otak kronis kambuhan yang harus dilakukan rehabilitasi dan dipulihkan,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








