Pentingnya Riset Guna Mendukung Perkembangan UMKM di Kabupaten Tegal

banner 468x60

Slawi FM – Riset dampak bagi UMKM merupakan kegiatan penelitian untuk mengukur, menganalisis, dan memahami pengaruh atau konsekuensi dari suatu faktor, program, kebijakan, atau kondisi tertentu termasuk peningkatan pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal.

Demikian yang dikatakan oleh Peneliti Ahli Utama, Bidang Kebijakan IPTEK dan Inovasi Hadi Supratikta dalam Program Halo Slawi FM yang dipandu Sofia pada Selasa, (14/10/2025) pagi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Hadi, kegiatan riset meliputi penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta invasi yang berdampak pada kesejahteraan UMKM dan masyarakat sekitarnya. Keberadaan dan pertumbuhan UMKM tidak hanya menguntungkan pemiliknya, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.

Mereka adalah tulang punggung yang memastikan dana dan peluang usaha tetap beredar di tingkat lokal, sehingga secara kolektif meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah sekitar.

“ Dampak UMKM signifikan terletak pada kemampuan mereka untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput (grassroots), memastikan kekayaan berputar secara lokal, dan menciptakan peluang bagi mereka yang paling membutuhkan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tutur Hadi.

Hadi menjelaskan bahwa Kolaborasi Triple Helix antara Pemerintah, Akademisi dan Industri memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan riset yang dilakukan oleh akademisi benar-benar berdampak positif dan signifikan bagi UMKM.

“ Jadi riset yang didukung oleh Triple Helix akan memiliki dampak terukur pada peningkatan pendapatan, efisiensi operasional, dan daya saing UMKM di suatu daerah, seperti di Kabupaten Tegal,” ungkap Hadi.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pancasakti Tegal Prayitno menambahkan bahwa berdasarkan data regional, lokal maupun nasional pada tahun ke-2 UMKM hanya mampu bertahan 5 persen dari 1000. Maka permasalahan ini harus segera ditangani dengan kolaborasi Tripel Helix dan melakukan riset yang berkaitan dengan UMKM, sehingga 2 persen akan mampu bertahan di tahun ke-2. Karena di wilayah Kabupaten Tegal 98 persen pendapatannya dari UMKM.

“ Dengan adanya IPINDO harapannya riset – riset yang berbasis UMKM bisa diterapkan hingga UMKM menghasilkan. Semoga kerja sama antara IPINDO dan Slawi FM juga bisa menjadi akses informasi, sehingga mampu untuk menerapkan hasil – hasil riset yang berdampak bagi UMKM di Kabupaten Tegal,” tandasnya. (CF)

Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *