Slawi FM – Kemampuan berpikir kritis (critical thinking) merupakan aset fundamental yang melampaui batas akademik dan karier. Ini bukan sekadar tentang mengkritik, tetapi kemampuan menganalisis informasi secara objektif, menimbang fakta, dan membentuk penilaian yang beralasan.
Demikian yang dikatakan oleh Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UPS Tegal Agus Wibowo dalam Program Talkshow Pagi yang dipandu Sofia di Studio Radio Slawi FM pada Sabtu, (04/10/2025) pagi.
Menurut Agus, berpikir kritis berfungsi untuk mengambil keputusan yang tepat dan membedakan antara fakta dan opini. Berpikir kritis sebagai alat melewati klaim permukaan dan menganalisis dasar dari sebuah pernyataan.
“ Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya informasi, kemampuan membedakan fakta dan opini ini menjadi filter utama untuk menghindari misinformasi dan membuat penilaian yang akurat dengan memisahkan antara fakta dan opini. Keputusan yang didukung oleh pemikiran kritis tentunya keputusan yang terukur, logis, terinformasi, dan tidak bias,” tutur Agus.
Untuk langkah – langkah berpikir kritis yang harus dimiliki diantaranya identifikasi masalah yaitu menentukan dengan tepat apa yang perlu dipecahkan, mengumpulkan data dan informasi dari sumber terpercaya seperti membangun basis fakta yang kuat dan kredibel, menganalisis bukti dan periksa validitasnya yakni menguji logika dan kekuatan setiap argument, merumuskan alternatif solusinya serta mengambil keputusan yakni memilih solusi terbaik berdasarkan evaluasi dan analisis yang cermat.
“ Jadi berpikir kritis itu berfokus pada cara menyelesaikanya, contoh ketika dirumah anak kita sedang belajar nyuci piring kemudian piring itu pecah umumnya orang tua akan memarahinya dan menanyakan kenapa bisa pecah. Harusnya respon orang tua dengan solusi yaitu serpihan piring pecah agar tidak terkena kaki harus dibersihkan yang dicontohkan langsung oleh orang tua,” jelas Agus.
Diakhir talkshow, Agus menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis berfungsi sebagai filter rasional yang membantu seseorang melewati prasangka dan kesimpulan terburu-buru, tetapi memastikan bahwa penilaian dan keputusan secara objektif.
“ Ketika kita berpikir kritis harus mengumpulkan semua informasi baik yang disukai maupun tidak disukai. Sehingga kita mendapatkan informasi yang benar dan clear,” tandasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








