Slawi FM – Saraf kejepit atau Hernia Ucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi saat saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon yang menyebabkan rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan pada leher, kedua tangan, pinggang hingga kedua kaki. Maka, akupunktur sering digunakan sebagai salah satu terapi alternatif yang efektif untuk membantu meredakan nyeri dan gejala saraf kejepit.
Demikian yang dikatakan oleh Terapis Akupunktur WKJ Kalibakung Diyah Ayu Puspitasari dalam Program Halo Slawi FM Jamune Kyeh dipandu oleh Sofia pada Jumat, (26/09/2025) pagi.
Menurut Diyah, pentingnya mengetahui Low Back Pain (LBP) dengan Ucleus Pulposus (HNP). LBP menggambarkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di area punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga ke bagian atas pantat. Sedangkan HNP yaitu kondisi medis spesifik di mana bantalan tulang belakang (diskus) menonjol atau pecah, lalu menekan saraf di sekitarnya.
“ Perbedaan simpelnya LBP ini nyeri pinggang, tapi jika ada pemeriksaan spesifik seperti MRI, rotgen, CT Scan dan terlihat adanya pergeseran atau ada saraf kejepit, maka diagnosisnya bisa ke HNP. Jadi LBP bisa ke HNP, tetapi HNP belum tentu LBP,” tutur Diyah.
Diyah mengungkapkan bahwa faktor penyebab saraf kejepit diantaranya cedera atau trauma seperti cedera mendadak akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan keras dapat membuat bantalan tulang bergeser dari posisinya serta mengangkat beban berat dengan posisi yang salah juga bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang dan menyebabkan saraf terjepit.
“ Umumnya saraf ke jepit ini terjadi cederanya saat masih muda dan baru terasa pada usia tua, karena ada faktor degeneratifnya atau faktor penuaan,” terang Diyah.
Untuk itu bagi penderita saraf kejepit dapat melakukan terapi akupunktur. Terapi akupunktur dapat meredakan nyeri saraf kejepit karena cara kerjanya yang langsung menargetkan sumber nyeri dan peradangan. Mekanisme ini melibatkan beberapa proses alami dalam tubuh.
“ Manfaat terapi akupunktur untuk saraf kejepit yaitu pelepasan endorfin dan enkefalin, mengurangi peradangan, relaksasi otot dan jaringan ikat, dan memperbaiki sirkulasi darah. Terapi akupunktur ini aman untuk usia 7 – 70 tahun, terkecuali pasien kondisi koma atau pingsan kita hindari terapi akunpunktur,” jelas Diyah.
Diyah juga berpesan kepada masyarakat agar tidai tekena saraf kejepit yakni hindari mengangkat beban berat dengan cara yang salah dan khusus bagi penderita HNP dan LBP bisa melakukan aktifitas fisik olahraga berenang. Dan bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan terapi akupunktur bisa datang langsung ke WKJ Kalibakung setiap hari Senin – Kamis pukul 07.00 – 11.00 WIB dan Jumat – Sabtu pukul 07.00 – 10.00 WIB.
“ Cara mencegah saraf kejepit agar menghindari tempat tidur cekung dan bantal terlalu tinggi yang mengakibatkan berubahnya struktur tulang belakang,” tandasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








