Slawi FM – Pemerintah Kabupaten Tegal, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, dan Perdagangan (Dinkopukmdag) Kabupaten Tegal, bersinergi dengan Paguyuban Kepala Desa (Pradja) Kabupaten Tegal untuk menyukseskan program Koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP). Sinergi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
Demikian yang dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, dan Perdagangan (Dinkopukmdag) Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurniawan dalam Program Kabar Desaku di Studio Radio Slawi FM, pada Rabu (24/09/2025) pagi.
Menurut Rudy, pihaknya berkomitmen secara aktif mempersiapkan pelatihan bagi para pengurus koperasi. Langkah ini sangat krusial karena pembentukan koperasi hanyalah tahap awal. Keberhasilan jangka panjang koperasi sangat bergantung pada kapabilitas dan kompetensi para pengurusnya dalam mengelola organisasi.
“ Kegiatan – kegiatan Pemerintah Kabupaten Tegal yang disuport APBD yaitu pembinaan dan peningkatakan kapasitas SDM, baik pengawas hingga pengurus koperasi merah putih sudah kami siapkan ada 8 angkatan untuk pelatihan pengurus dan pengawas sekaligus kita informasikan program – program yang mensuport berkembangnya koperasi merah putih termasuk dari sisi permodalan,” tutur Rudy.
Rudy juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah kemandirian desa. Koperasi Desa Merah Putih tidak sekadar entitas bisnis, tetapi sebuah instrumen strategis untuk membangun fondasi ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang kuat, pada akhirnya menjadikan desa benar-benar mandiri dan berdaya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Paguyuban Kepala Desa (Pradja) Kabupaten Tegal Alif Agus Hanggono mengatakan bahwa para Kepala Desa se Kabupaten Tegal mendukung program koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP/KKMP). Dukungan ini dibuktikan dengan mengikuti arahan dari pemerintah daerah termasuk terbitnya badan hukum untuk Koperasi Merah Putih di 281 Desa dan 6 Kelurahan se Kabupaten Tegal.
“ Saat kami diundang di Klaten, alhamdulilah 90 persen kepala desa/kelurahan hadir dalam acara launching Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kami juga butuh diklat khusus bagi seluruh kepala desa bagaimana cara mengembangkan koperasi dengan kondisi desa yang berbeda – beda,” jelas Alif.
Alif berharap pelatihan untuk pengurus koperasi dapat segera dilaksanakan, sehingga pihaknya selaku kepala desa sekaligus pengawas koperasi mengetahui regulasi, pelaksana teknis maupun cara mengembangkan koperasi , sehingga kedepan koperasi merah putih dapat berkembang.
“ Dengan adanya talkshow ini tadi para kepala desa mendengarkan dan mendapat pencerahan tentang koperasi desa yang dijelaskan pak rudi termasuk adanya pembinaan dan pelatihan bagi para pengurus. Kami berterima kasih kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, dan Perdagangan Kabupaten Tegal telah memberikan informasi dan edukasinya,” pungkasnya. (CF)
Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah








